A. Pendekatan Terhadap Studi Tentang Kelompok

1.Pendekatan Teoritis :
a. Teori Sintalitas Kelompok (Group Syntality Theory)
Pencipta dan Sejarah Teori
Teori Sintalitas Kelompok merupakan perwujudan dari proses komunikasi dari suatu kelompok. Teori ini dikembangkan oleh Cattell pada tahun 1948. Cattell berpendapat bahwa untuk dapat membuat perkiraan-perkiraan ilmiah yang tepat, segala sesuatu harus dapat diuraikan, diukur, dan diklasifikasikan dengan tepat dan cermat.
Dalam teori sintalitas ini, Cattell menjelaskan bahwa dalam suatu kelompok haruslah memiliki kepribadian yang dapat dipelajari. Dengan alasan ini, Cattell dengan teorinya dikatakan sebagai pengembang Psikologi yang dinamakan Psikologi Kepribadian Kelompok.
Asumsi Dasar dan Uraian Teori
Asumsi dasar dari teori ini merupakan asal kata dari sintalitas (syntality) yang digunakan oleh Cattell untuk menunjukkan “kepribadian kelompok” yang mencankup kebersamaan, dinamika, temperamen, dan kemampuan kelompok.
Dalam teori Sintalis Kelompok, terdapat sifat-sifat Sintalis, sifat-sifat struktur kelompok dan sifat-sifat populasi :
–           Sifat-sifat Sintalis, yaitu: adanya pengaruh kelompok sebagai keseluruhan
terhadap kelompok lain dan lingkungannya.
–           Sifat-sifat struktur kelompok, yaitu: hubungan antara anggota kelompok,
perilaku kelompok, dan pola organiosasi kelompok.
–           Sifat-sifat populasi, yaitu: sifat rata-rata anggota kelompok.
Dasar-dasar pendapat yang dikemukakan oleh Cattell dipengaruhi oleh pandangan McDougall (1920) tentang kelompok, yaitu :
a.  Perilaku dan struktur yang khas dari suatu kelompok akan tetap ada walaupun anggota- anggotanya berganti.
b.   Pengalaman-pengalaman kelompok direkam dalam ingatan.
c.   Kelompok menunjukkan adanya dorongan-dorongan.
d.  Kelompok mampu berespons secara keseluruhan terhadap suatu rangsang yang tertuju pada salah satu bagiannya.
e.   Kelompok menunjukkan emosi yang bervariasi.
b. Teori Produktif Kelompok
1.      Teori Produktifitas Kelompok dikemukakan oleh Stogdill pada tahun 1959. Menurut Stogdill, teori-teori tentang kelompok pada umumnya didasarkan pada konsep tentang interaksi yang memiliki kelemahan teoritis tertentu. Sehingga muncullah teori produktifitas kelompok.

Dikembangkan dari 3 teori yang berbeda orientasi:
a. orientasi penguat    : teori-teori tentang belajar
b. orientasi lapangan  : teori-teori tentang interaksi
c. orientasi kognitif    : teori-teori tentang harapan

Asumsi dasar dari teori ini adalah proses terjadinya dalam kelompok dimana dimulai dari masukan ke keluaran melalui variabel-variabel media. Dalam teori ini akan terdapat umpan balik (feed-back).

c. Perbandingan Teori-Teori

Teori yang dikembangkan oleh Cattell pada tahun 1948, yaitu Teori Sintalitas Kelompok mencakup kebersamaan, dinamika, temperamen, dan kemampuan kelompok dan dikatakan sebagai pengembang Psikologi yang dinamakan Psikologi Kepribadian Kelompok.

Teori Produktifitas Kelompok dikemukakan oleh Stogdill pada tahun 1959. Muncul karena Stogdil menganggap konsep tentang interaksi yang memiliki kelemahan teoritis tertentu.
Proses terjadinya dalam kelompok dimana dimulai dari masukan ke keluaran melalui variabel-variabel media. Dalam teori ini akan terdapat umpan balik (feed-back).

About kasmanjaati78

belajar psikologi
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s